Gaya Bentuk dan Teknologi Keris sebagai Artefak

Keris sebagai artefak memiliki tiga macam atribut yaitu suatu ciri spesifik yang ada di dalam bentuk keris. Ketiga macam atribut tersebut yaitu atribut teknologi, atribut bentuk dhapur, dan atribut stilistik (gaya). Atribut teknologi berkaitan dengan bahan dan teknik pembuatan. Atribut bentuk berkaitan dengan bentuk tiga dimensi keris (panjang, lebar, dan tebalnya sebuah bilah keris. Adapun atribut gaya berkenaan dengan pamor, tangguh. Seperti telah diketahui bersama bahwa bahan utama keris adalah besi dan dipadukan dengan besi meteorit atau besi nikel sebagai bahan pamor. Di dalam ilmu metalurgi, besi termasuk di dalam kelompok ‘ferrous metal‘.

Bijih besi ada bermacam-macam seperti hematite, magnetite, fimonite, dan siderite. Hematite berwarna merah kecoklatan (merah bata) merupakan bijih besi yang utama karena mempunyai kadar besi (Fe) sekitar 60% – 70%, magnetite berwarna abu-abu sampai hitam, keras, dan memiliki kadar besi sekitar 60%- 70%, fimonite berwarna coklat kekuningan dengan kandungan kadar Fe sekitar 30% – 50%, siderite termasuk yang berkualitas rendah karena hanya mengandung unsur Fe sekitar 20% – 35%.

Kualitas Besi dan Tuah khasiat yang dimiliiki

Pengetahuan tentang jenis-jenis besi dengan kualitasnya dan khasiatnya masing-masing sudah dimiliki para empu keris meskipun dengan penyebutan dengan istilah lokal. Jenis-jenis besi yang dipercaya berkhasiat baik bagi pemiliknya adalah (Harmanta Bratasiswara, 2000:351):

  1. Besi Karang kijang yang berwarna hijau kebiru-biruan, khasiatnya sabar, bijaksana, dan berwibawa;
  2. Besi Purasani warna hijau mengkilap, khasiatnya tentram, banyak rejeki, dihormati, dan baik untuk penolak balak;
  3. Besi Mangangkang lanang, berwarna hitam agak ungu, khasiatnya ditakuti lawan dan disegani teman

Ada pun besi yang kualitas dan khasiatnya kurang baik adalah:

  1. Besi Randhet, berwarna putih keruh,sering poleng, khasiatnya cenderung membuat permusuhan, perselisihan, memecah belah pergaulan;
  2. Besi Kaleman, berwarna hitam dan kasar, khasiatnya pemilik menjadi pemalas, pasif, bocoh, cenderung menjadi miskin

BACA JUGA

Menurut Haryono Haryoguritno (2006:365) bahan yang terbaik adalah besi yang belum pernah mengalami fase cair, kecuali pada waktu diolah dari bijih besi, sehingga kristal-kristalnya masih heterogen. Hal tersebut kelak menimbulkan nuansa tekstur yang indah pada bilah keris. Para empu masa lalu memilih besi sebagai bahan keris hanya berdasarkan warna dan hasil suara ‘thinthingan’ yaitu dengan mengetuk dan membeda-bedakan jenis suara yang dihasilkan. Dengan teknik seperti tersebut empu keris dapat menentukan kualitas besi, dan hasilnya adalah (Haryoguritno, 2006):

  1. Besi Karang Kijang, konon mempunyai urat seperti air laut dan dipercaya sebagai besi yang paling unggul, berwarna kebiru-biruan,
  2. Besi Purasani, yang diperkirakan didatangkan dari Siria/Persia.
  3. Besi Malela, adalah besi local yang berasal dari pasir besi,
  4. Besi Terate, dikatakan berasal dari India.
  5. Besi Mangangkang, campuran beberapa jenis besi,
  6. Besi Walulin,
  7. Besi Bale Lumur, dikatakan dari Campa atau Indochina,

Adapun terminologi yang digunakan untuk melihat warna besi adalah :

  1. Ngelar glathik, seperti warna sayap burung gelathik.
  2. Nyamber lilin (samber lilin), seperti warna sayap serangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *