Karya Empu Dunia Perkerisan

Karya Empu Dunia Perkerisan

keris karya empu terkenal pada era kerajaan dalam dunia perkerisan memanglah menjadi ketertarikan tersendiri oleh kaum pemerhati keris. Keberadaan empu sudah tentu menyemarakkan dunia perkerisan, selalu sarat dengan karya-karya baru yang terus berkembang dari zaman ke zaman.

Dari keris-keris lurus hingga keris-keris yang ber-luk, ditambah dengan beraneka macam ragam hias pada bilahannya, semua menuju ke arah maju, tetapi tidak meninggalkan pakem (standar).

Ragam hias itu berupa kepala hewan yang diletakkan pada gadik misalnya kepala naga, anjing, singabarong, garuda, bahkan puthut. Dengan ditambahkannya bentuk-bentuk itu, sekaligus nama keris itupun berubah, naga siluman, naga kembar, naga sosro, naga temanten, manglar monga, naga tampar, singa barong, nogo kikik, puthut, dan lain-lainnya.

Bahkan, zaman Kasultanan Mataram sejak masa Pemerintahan Sultan Panembahan Senopati, dunia Perkerisan tampak makmur lagi, kesan mewah tampak pada bilahan keris yang diserasah emas. Sultan yang arif dan bijaksana itu membagi-bagikan keris sebagai tanda jasa kepada mereka yang berjasa kepada pribadi Sultan maupun kepada Negara dan Bangsa. Tentu saja, ragam hiasannya satu dengan lain berbeda walaupun tidak meninggalkan motif aslinya.

Hiasan yang terasah emas itu terletak pada gonjo atau wadhidhang dengan bentuk bunga anggrek atau lung-lungan dari emas, atau sebatang lidi yang ditempelkan pada gonjo atau di bawah gonjo terdapat Gajah dan Singa terbuat dari emas juga. Tentu saja, penciptanya adalah para pakar perkerisan yang kita kenal dengan sebutan Empu.

Pada era modern sekarang ini banyak teknologi yang mendukung dalam pembuatan keris sehingga karya yang dihasilkan pun semakin bagus dan bisa dikatakan mendekati sempurna dengan nilai seni yang tak kalah dari keris zaman kerajaan dahulu. Nilai eksoteris yang terkandung dalam keris pun merupakan kreasi baru empu modern jaman sekarang, seperti contoh keris gelombang cinta yang merupakan karya empu Alm. Sukamdi yang pernah menjadi pionir dalam perkerisan modern.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *