Mengenal apa itu dhapur keris ?

Dhapur mengacu pada istilah keris adalah bentuk pada bilah keris yang kemudian dalam setiap bentuk keris tersebut memiliki nama masing-masing, penamaan pada dhapur keris bergantung pada ricikan yang ada pada bilah keris mulai dari bentuk badan bilah, sekar kacang, jalen, lambe gajah, sogokan, kruwingan tikel alis, sraweyan, thingil dan greneng, masing-masih bilah keris memiliki bentuk maupun jenis ricikan yang berbeda tergantung masa pembuatan keris tersebut, karena setiap era kerajaan memiliki cirikan berbeda beda.

Dari segi atribut bentuk, bilah (wilahan) keris memiliki bentuk diberi nama dengan istilah ‘dhapur’: dhapur leres (lurus), dan dhapur luk (berkelok). Di antara nama dhapur keris yang termasuk dhapur leres adalah: Panji Sekar, Panji Anom, Karna Tinandhing, Semar Pethak, Semar Tinandhu, Kebo Lajer, Kala Misani, Pasopati, Tilamupih, Jalak Ngore, Yuyu Rumpung, Brojol, Tilam Sari. Dhapur luk memiliki nama yang bermacam-macam sesuai dengan jumlah luk, antara lain, luk 1: Sineba, luk 3: Mahesa Soka, Jangkung, Tebu Sauyun, Mangkurat, Segarawinotan, luk 5: Pulanggeni, Pandhawa Carita, Hanoman, Nagasalira, Kalanadhah, Urap-urap, luk 7: Carubuk, Jaran Guyang, Sampana Bungkem, luk 9 dan seterusnya.

Dhapur luk biasanya memiliki jumlah ‘luk’ (kelokan) ganjil: luk 1; 3; 5; 7; 9; 11; sampai ada yang luk 29. Tentu saja jumlah tersebut memiliki makna simbolik karena angka ganjil di dalam tradisi budaya Jawa memiliki makna simbolik yang bermacam-macam. Namun ada juga jumlah luk yang genap yaitu pada keris Umyang. Keris Umyang bagi masyarakat pakerisan Jawa dianggap sebagai keris abnormal karena jumlah luk yang genap: 6, 8, 10, 12, dan seterusnya. Keris Umyang, konon dibuat oleh Empu Umyang dari zaman kerajaan Pajang (1546-1586). Keris Umyang dipercaya memiliki tuah yang baik dan besar, namun tidak sembarang orang kuat memilikinya.

Pelajari juga tentang

GAYA BENTUK dan TEKNOLOGI PEMBUATAN KERIS

Jenis lrama luk pada keris dibedakan menjadi 3 bagian :

  1. Luk Sarpa Lumampah atau Sarpa Lumaku, dengan ciri-ciri lekukannya agak kendur. lrama kelokannya seperti gerak ular yang sedang melata dengan tenang, tidak tergesa-gesa.
  2. Luk Sarpa Nglangi atau Sarpa Weweka, dengan ciri-ciri lekukannya lebih tegas. lrama luknya seperti ular yang sedang berenang.
  3. Luk Sarpa Nyander atau Sarpa Ngrangsang, dengan ciri-ciri lekukannya lebih agresif seperti ular yang yang akan menyerang musuhnya.

Salam Rahayu
Keris Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *