Pamor keris yang sering dijumpai beserta filosofinya

Pamor keris yang sering dijumpai beserta filosofinya

Pola pamor seringkali menjadi perlambangan karena memiliki nilai dan manfaat filisofis, simbolis dan spiritual, nama pola pamor sangat banyak sekali yang kemungkinan ada ratusan nama pola pamor diantara banyak nama pola pamor ada beberapa nama pamor yang sering dijuampai antara lain :

  • Udan Mas, wujudnya seperti titik-titik air hujan yang jatuh ke genangan air. Secara spiritual melambangkan harapan akan kekayaan duniawi.
  • Raja abala raja, sebagai lambang kekuasaan dan kewibawaan yang besar bagaikan seorang raja yang menjadi pemimpin para raja lainnya
  • Ujung Gunung, sebagai lambang kekuasaan tertinggi dan pengaruh yang menyeluruh terhadap semua yang ada di sekitarnya.
  • Naga Rangsang, merupakan lambang kewiraan atau kesiagaan dalam menghadapi setiap masalah atau bahaya.
  • Ri Wader, melambangkan kemampuan untuk dapatmengetahui sesuatu di balik pokok permasalahan yang ada, bagaikan dapat melihat susunan duri di dalam tubuh ikan.
  • Wengkon atau Tepen, pola pamor yang melambangkan perisai, perlindungan, penangkal, atau perlindungan terhadap sesuatu mala petaka, penyakit, nasib buruk.
  • Satria Pinayungan, pola pamor yang melambangkan harapan akan adanya perlindungan terhadap perjalanan karier dan kedudukan tinggi dalam masyarakat.
  • Putri Kinurung, adalah lambing harapan perlindungan bagi insane yang lemah.
  • Wos Wutah atau Beras Wutah, pola pamor yang melambangkan harapan kemakmuran duniawi, kelimpahan rezeki, bagaikan beras yang berlebihan.
  • Pedaringan Kebak, sebagai harapan akan tercukupinya kebutuhan sehari-hari.
  • Pulo Tirto, pamor yang dianggap dapat membantu datangnya rezeki, serta harapan akan datangnya keberuntungan.
  • Wahyu Tumurun, pola pamor yang mengandung makna harapan akan turunnya karunia Tuhan. lstilah Wahyu Tumurun biasa digunakan di Yogyakarta; adapun di Surakarta digunakan istilah Bendha Segada.
  • Tunggak Semi yang melambangkan harapan akan kelangsungan kebahagiaan, kelangsungan usaha yang abadi.

BACA JUGA !!!

GAYA BENTUK DAN TEKNOLOGI KERIS

Selain pengertian pamor seperti diuraikan di muka, ada istilah pamor khas yang bentuknya menyimpang dari kebiasaan. Beberapa di antaranya yang termasuk tidak disukai masyarakat karena firasatnya jelek adalah:

  • Buntel Mayit, pamor yang menyambung dari satu sisi bilah ke sisi sebaliknya dan melilit sepanjang tubuh bilah keris. Pamor ini dianggap mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan,
  • Kudhung Mayit, pamor yang menutupi ujung keris sehingga berkesan sepertri penutup (kudhung). Pamer ini dianggap dapat menghalangi tercapainya maksud atau cita-cita pemiliknya.
  • Pegat Waja, yaitu lapisan pamor yang tidak sepenuhnya menempel pada baja inti tetapi agak renggang. Pamor ini dianggap dapat menimbulkan pertengkaran atau perceraian di dalam keluarga, sahabat bahkan perceraian suami-isteri.
  • Pancal, adalah pamor yang terpisah dari kesatuannya dan berada di bagian sisi tajam bilah keris. Pamor ini dianggap membuat si pemilik selalu mendapat halangan dalam mencapai cita-cita atau terlambat mendapat kesempatan. ·
  • Nerajang Landhep, adalah pamor yang agak menjorok menutupi landhep (sisi tajam) bilah keris. Pamor ini dianggap kurang baik karena si pemiliknya selalu mendfapat musuh atau orang-orang yang menentangnya.
  • Dhandhang Ngelak, ujung keris yang pecah menganga menyerupai huruf “y”. Konon sering mendatangkan musibah kepada pemiliknya.
  • Wurung, adalah pamor yang gagal penampakannya. Pamor ini dianggap membawa pengaruh kurang baik karena menggagalkancita-cita pemilik keris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *