Tangguh keris beserta ciri-cirinya

Tangguh keris istilah tersebut mengacu pada keris yang meliputi beberapa unsur diatara garap, material besi, material pamor dan yang paling pentig adalah gaya pada keris itu sendiri. Biasanya empu empu terkenal selalu memiliki gaya dan ciri khas tersendiri pada keris yang dibuatnya. Berdasarkan para pengamat dan ahli dalam bidang perkerisan, setiap tangguh memiliki ciri khas tersendiri yang dapat dikenali melalui bagian bagian keris, diantaranya :

Tangguh Pajajaran Keris Nusantara

  1. Bentuk gonjo seolah-olah seperti tempurung kelapa yang tertelungkup (mbathok mengkurep)
  2. Sirah cecak panjang, tidak kelihatan tumpul
  3. Gandhik terletak agak miring serta agak panjang
  4. Bentuk bilah secara keseluruhan besar, memberikan kesan gagah dan perkasa
  5. Besarnya sogokan cukup, selaras dengan bentuk bilahnya yang besar
  6. Jika keris luk, luk-nya kurang keker atau luk hemet
  7. Pamor seolah-olah mengandung lemak
  8. Apabila dilihat serta diraba maka besi dari keris tangguh ini muram, kurang bersinar, sedang bekas tempaannya terlihat kurang matang

Tangguh Majapahit Keris Nusantara

  1. Gonjo berbentuk serbit rontal
  2. Sirah cecak pendek kebongkok-bongkokan
  3. Gandhik pendek dan miring
  4. Sogokan pendek namun terasa luwes
  5. Pamor lembut dan halus, bersinar-sinar
  6. Keris luk dari tangguh ini luk-nya kurang bisa mengikat perhatian, terasa kaku dan kurang menyentuh perasaan
  7. Besinya kelihatan padat tetapi terasa lunak apabila diraba
  8. Tempaan meninggalkan bekas yang matang

Tangguh Tuban Keris Nusantara

  1. Bentuk gonjo sedikit membulat, cenderung kepada bentuk tempurung kelapa yang tertelungkup
  2. Sirah cecak besar
  3. Gandhik pendek dan terletak melintang
  4. Sogokan agak panjang
  5. Untuk keris luk, luk-nya terasa kurang menawan hati
  6. Pesi padat, apabila diraba terasa kesan keras dan kasar


Tangguh Sedayu Keris Nusantara

  1. Gonjo berbentuk sebit-rontal agak panjang
  2. Gandhik pendek dan terletak miring
  3. Bentuk keseluruhan tidak terlampau kecil namun juga tidak besar
  4. Sogokan tidak panjang namun menimbulkan kesan luwes
  5. Pamor bersinar-sinar, putih cemerlang, halus dan lembut bagaikan rambut
  6. Apabila diraba akan menimbulkan kesan rasa halus dan lunak

Tangguh Madura Keris Nusantara

  1. Sifat serta tanda dari bagian-bagian bilahnya hampir sama dengan tangguh Majapahit
  2. Pamor halus, lembut dan cemerlang, berlapis-lapis, seolah-olah mengandung lemak
  3. Kesan yang timbul apabila diraba adalah keras dan kasar
  4. Prosentase baja cukupan


Tangguh Demak Keris Nusantara

Keris-keris tangguh Demak ini baik dhapur maupun perincian bagian-bagian bilahnya menyerupai keris-keris tangguh Majapahit dan atau Tuban.

Tangguh Pajang Keris Nusantara

  1. Gonjo agak lebar dan bulat, berbentuk serbit rontal
  2. Sirah cecak lebar namun kesannya manis
  3. Gandhik besar, terletak miring
  4. Sogokan besar namun luwes
  5. Bagi keris luk, luk-nya keker, seolah-olah gagah perkasa
  6. Pamor berwarna putih cemerlang
  7. Apabila diraba, kesan yang timbul adalah tenang
  8. Bahan besinya kurang matang tetapi bahan bajanya cukup bagus

Tangguh Mataram Keris Nusantara

  1. Gonjo berbentuk sebit rontal, agak panjang
  2. Gandhik panjang dan terletak miring
  3. Sagokan panjang dan luwes
  4. Bagi keris luk, luk-nya sedang, tidak terlalu keker dan juga tidak terlalu kemba
  5. Pamor cemerlang
  6. Apabila diraba menimbulkan kesan lembut atau lunak
  7. Baja kurang memadai


Tangguh Kartasura Keris Nusantara

  1. Gonjo berbentuk sebit rontal
  2. Sirah cecak memanjang dan runcing
  3. Bentuk keseluruhan bilah: tebal, lebar, agak kaku dan kurang luwes
  4. Untuk keris luk, luk-nya serba keker
  5. Pamornya cemerlang, sebagian besar berwarna putih dan terletak hanya di permukaan saja, tidak menembus bilah (kumambang)

Tangguh Surakarta Keris Nusantara

  1. Gonjo berbentuk sebit rontal, tampak atasnya weweg (montok)
  2. Sirah cecak-nya agak runcing, nyirah cecak (perkecualian terlihat pada keris gaya Empu Brajaguna pada masa pemerintahan Paku Buwana IV: sirah cecak tumpul. Gaya khusus ini mungkin disebabkan karena mpu Brajaguna adalah keturunan Madura)
  3. Pada greneng thingil tajam, ri pandan runcing
  4. Panjang keseluruhan bilah sekitar 36 cm
  5. Condhong-leleh atau kedudukan badan bilah terhadap gonjo: cenderung condong (condong, rebah)
  6. Gandhik bervariasi; bentuk gandhik, sogokan dan blumbangan berkiblat pada gaya Jenggala
  7. Kruwingan dalam, beraksentuasi
  8. Pamor berwarna abu-abu, jika diraba terasa tajam
  9. Besinya murni, jenis balelumur, konon berasal dari kereta jaman Majapahit

Tangguh Yogyakarta Keris Nusantara

  1. Gonjo bentuk sebit rontal, lebih singset (ramping, kencang) dari pada gonjo Surakarta, tampak atasnya ramping
  2. Sirah cecak agak runcing, nyirah cecak
  3. Pada greneng: thingil membulat, ri pandan menumpul dan pada umumnya condong ke dalam sehingga berbentuk seperti jengger ayam
  4. Panjang keseluruhan bilah sekitar 36 cm
  5. Kedudukan badan bilah terhadap gonjo: cenderung leleh (tegak)
  6. Gandhik bervariasi; bentuk gandhik, sogokan dan blumbangan berkiblat pada gaya Mataram
  7. Kruwingan tak begitu dalam
  8. Pamor berwarna abu-abu, jika diraba terasa tajam
  9. Besinya murni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *